Sabtu, 09 Oktober 2010

Air Mata Wanita dan Keagungan Cinta

Tuhan sebenarnya menciptakan seorang wanita dengan penuh keagungan dan kemulyaan. Setiap kodrat kewanitaannya, tingkah lakunya, dan “kelemahannya” menyimpan kekuatan agung. Suatu ketika, seorang anak laki-laki yang kelak menjadi seorang alim bertanya kepada ibunya. “Wahai Ibunda, mengapa Ibu menangis?”. Ibunya menjawab, “sebab Ibu adalah seorang wanita, anakku”. Anak kecil tersebut tidak memahami jawaban Ibunya, karena memang nalarnya belum sampai. Namun, Ibunya hanya tersenyum sambil berkata, “Anakku, kamu memang tak akan pernah mengerti…”. Lama kemudian, anak itu tumbuh menjadi remaja dan tetap bertanya-tanya, mengapa wanita menangis?.
Akhirnya, pada suatu malam ia bermimpi bertemu dengan Tuhan dan bertanya. “Ya Allah, mengapa wanita mudah sekali menangis?”. Dalam mimpinya Tuhan menjawab, “Saat Kuciptakan wanita, Aku membuatnya menjadi sangat utama. Kuciptakan bahunya, agar mampu menahan seluruh beban dunia dan isinya, walaupun juga bahu itu harus cukup nyaman dan lembut untuk menahan kepala bayi yang sedang tertidur. Kuberikan wanita kekuatan untuk dapat melahirkan, dan mengeluarkan bayi dari rahimnya, walau seringkali pula ia kerap berulangkali menerima cerca dari anaknya. Kuberikan keperkasaan yang akan membuatnya tetap bertahan, pantang menyerah saat semua orang sudah berputus asa. Kuberikan kesabaran untuk merawat keluarganya, walau letih, walau sakit, walau lelah tanpa berkeluh kesah. Kuberikan wanita perasaan peka dan kasih agung untuk mencintai semua anaknya dalam kondisi apapun, dan situasi apapun. Walau tak jarang anak-anaknya itu melukai perasaanya, melukai hatinya. Perasaan ini pula yang akan memberikan kehangatan pada bayi-bayi yang terkantuk menahan lelap. Sentuhan inilah yang akan memberikan kenyamanann saat didekap dengan lembut olehnya. Kuberikan wanita kekuatan untuk membimbing suaminya, melalui masa-masa sulit, dan menjadi pelindung baginya. Sebab, bukanlah tulang rusuklah yang melindungi hati dan jantung agar tak terkoyah?. Kuberikan kepada wanita kebijaksanaan dan kemampuan untuk memberikan pengertian dan menyadarkan bahwa SUAMI YANG BAIK ADALAH YANG TAK PERNAH MELUKAI ISTRINYA. Walau seringkali pula kebijaksanaan itu akan menguji setiap kesetiaan yang diberikan kepada suami, agar tetap berdiri, sejajar, saling melengkapi, dan saling menyayangi. Dan akhirnya, KUBERIKAN IA AIR MATA AGAR DAPAT MENCURAHKAN PERASAANNYA. Inilah yang khusus Kuberikan kepada wanita, agar dapat digunakan kapanpun ia inginkan. Hanya inilah “kelemahan” yang dimiliki wanita, walaupun sebenarnya air mata ini adalah air mata kehidupan. Setelah terbangun, anak yang dahulu pernah bertanya pada Ibunya ini menjadi faham dan menyadari, BETAPA AGUNGNYA WANITA. (Muhammad Roy : 2007)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar